Saturday, January 15, 2011

Dingin Malam...

kedinginan malam..

mencucuk dan menusuk,

tulang-tulang putihku,

menyelaputiku bak ais tebal,

membuat ku menggigil kesejukan....


kelopak mataku semakin berat,

pandangang ku semakin kabur,

otakku tidak bergiat lagi,

bisikan-bisikan tidur,

mendayu-dayu memanggil,

membawa ku ke satu tempat,


namun hatiku keras,

tidak ku peduli,

tidak ku ikuti,

ku harus teguh,

ku tidak akan lemah,

aku mampu,

melawan godaan yang datang menduga...


wahai dingin malam,

kau membahayakan ku,


kau umpama godaan,

yang boleh membuatkana

semua tunduk padamu..


namun ku tidak akan,

kalah kepada mu,

sehingga ku melaksanakan,

matlamatku....



Cinta ini...

hatiku berdetik,
di kala ku melihatmu,
senyuman mu,
sinaran matamu,
memberi ketenangan dalam diriku.

di kala ku kesusahan,
kau berada di sisi,
di kala ku menangis,
kau yang memujukku,
kau bak penyelamat,
menyelamatkan ku yang berduka,

sehari bersamamu bagaikan mimpi,
sanubari ku bedetik keriangan,
di kala kau di sisi ku.
senyuman ku berseri,
tika ku terkenangkan mu.

ku keliru dengan diriku,
ku tak fahami,
keperitan hati ini,
kekeliruan akal fikiran ku,
di kala ku jauh darimu.

adakah ini cinta,
adakah ini mainan perasaan,
aku tidak pasti.

namun...
air mata yang mengalir untukmu,
ketika aku merinduimu

senyuman yang terbit di bibirku,
bilamana ku disisimu,

seakan membuktikan kepadaku,
seakan membisikkan kepadaku,
aku cinta kepadamu....


Friday, January 7, 2011

entah apa tajuk...

desir angin yang melambai,

menyapa dgn suara yang gemersik,

meniup bisikan halus yang merdu,

mengamit perasaan,

menenangkan sanubari.....


desiran ombak laut,

menyetuh suasana tenang,

menusuk kalbu..


sungguh ku tatapi..

hidupku aman begini...

harusku bergerak,

mengorak langkah...

menuju masa depan...


Sunday, December 19, 2010

DENDAM

sajak lama, terjumpa masa kemas bilik. sajak time masih baru dlam dunia puisi....

dendam,
perasaan atau tindakan?
patutkah dituruti?
wujudkah di hati?

tidak ku pasti
bila dendam bertapak,
naluri hanya dituruti
menuju ke alam kemusnahan

apakah adanya gembira
bila kita mewujudkan kesedihan?
tenangkah sanubari
bila dendam sudah tercapai?

hatiku kosong, perasaanku kontang
kenapa ini terjadi?
tidak cukupkah kebencian ini
memenuhi segenap ruang hidupku?

Tuesday, November 16, 2010

untitled poem 2

sigh with the world,
hoping with hope,
the light in the eyes,
drown in darkness.

watching... without emotion,
nothing inside me,
empty...
just like a statue..

the road seem far away..
light become hazy..
tired of walking...
giving in to despair...

should i stop?
or should i go on?
tired of thinking...
tired of diciding...
what should i do?

untitled poem 1

nothingness,
light seem far away,
the vision seem unclear,
the decision stay undecided

the red color of river,
flowing without hope,
waiting, hoping,
still...
unclear

waiting for nothingness,
pain come all the way,
hazy mist cover the eyes,
tear become friends

flower bloom and fall down to earth,
dead, never revive again,
spring come to end,
winter come with coldness

looking far away,
hoping for some light,
hoping for a smile,
hoping still....

wondering...
is it worth it?

Thursday, November 11, 2010

Heart, Mind

heart and mind,
never agree with each other,
mind say this,
heart say that,
and who will suffer?
the body of course...

mind always logic,
heart always emotion,
confusing,
giving headache...
suffer problem coz of both...

sometimes the heart win,
sometimes the mind win,
but altogether..
nobody win at all...
coz sooner or later..
this thing will make us suffer..
a never ending pains....

Ketenangan dan kegelisahan

ketenangan yang dicari
mampukah aku temui
keresahan yang melanda
bagaimana harus ku hadapi

patutkah aku berpura
untuk mendamaikan hati yang gelisah
atau patutkah aku menjadi diriku
menghadapi dengan penuh luka parah

aku keliru..
keliru dengan diri ku sendiri...
keliru dengan persekitaran ku..
tertanya..
apa yang harus aku buat?

gelisah ini tidak berpenhujung...
tenang yang ku dapat hanya sementara..
mata yang aku pejam...
ngeri yang aku mimpi...

gelisah di hati..
mampu ku kawal..
hanya dengan mengunci diri ku
di dalam kepuraan...
tapi..
sampai bila aku begini....
sampai bila aku...
bukan aku?